Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • jeberok 11:57 am on September 29, 2009 Permalink | Reply
    Tags: bali, mamas, nuris, pork   

    sepulang libur lebaran – minal aidin ya 

    huaaaaaaemmmmmmm

    dosa apa saya ini… weleh weleh.. liburan yang harusnya berpetualang di bawah terjangan teriknya sang mentari, ternyata berakhir dengan pahit. tanpa sengatan matahari, wedehhhhhhh.. bayangin, sejak tiba di bali 21 sept hingga pulang 24 sept, matahari ngumpet dengan sangat malu-maluin !

    ya liburan kali ini, judulnya wisata kuliner dan belanja saja, seperti yang sudah-sudah. ini sudah kali ke-3 saya ke Bali tahun ini. Tempat makan yang disinggahi pun tidak jauh beda.

    tapi ada yang berkesan dong, makan nuris nunggunya 2 jam ! bahkan sebelum saya datang, ada tamu yang bilang, pelayan sempat menyatakan bahwa ribs-nya HABIS ! ya HABIS ! tapi hal itu diantisipasi meskipun lambat, dengan mendatangkan babi-babi tiren. cuma ya agak kronis lamanya, nunggu dulu direbus tuh babi sampe akhirnya dipanggang.

    ada yang nyerobot, dengan dalih bawa anak, yaaa mau gimana, di satu sisi ada anak-anak, di satu sisi yang gede-gede juga makan. ya masalah moral saja, saya yakin anak-anak tersebut tidak memaksakan diri untuk makan babi, bapaknya deh pasti. iya kan? dikasih mcd atau makanan lain juga ngangguk-ngangguk.

    akhirnya tuh bebong dateng juga, langsung aja lahap tanpa sisa. oh ya, selain ke nuris, saya juga ke mama’s di legian, POL EDUN ENAKNYA !

    bagi yang bilang babi itu haram, coba deh sesudah dimasak, harum XD

    eittt, itu tidak apa-apa. di perjalanan, saya selalu diocehi mengenai mantan saya yang menjadi favorit, ya sudahlahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    kemon, yang harus berakhir haruslah berakhir

    yang bikin saya doenk-doenk (pinjem ya cia), adalah sopir langganan yang tiba-tiba mengucapkan : “saya ikut sedih, dek bernardo udah nggak jalan lagi sama pacarnya yang dulu” HIYAAAAAAAAAA **gubrak**

    terima kasih pak made, saya merasa terguncang batinnya saat itu juga dan tertohok nalarnya

     
    • MANDA 1:45 am on November 26, 2009 Permalink | Reply

      BAHAHAHA iya itu di karawang. walahar. wets hebat gambarnya bener dong ya. orang tau itu dimana. hihiyy

  • jeberok 5:41 pm on September 17, 2009 Permalink | Reply
    Tags: karma   

    karma returns 

    Pagi ini saya mendapat pelajaran bahwa karma tidak saja terjadi dari manusia ke manusia, tetapi juga terjadi dari manusia ke hewan.

    Inilah tulisan blog saya terbaru, setelah kemarin tidak sempat berkutik di kantor. Meskipun tidak lebih buruk daripada tidak berkutik karena ketahuan selingkuh ataupun berbohong kepada pacar.

    Malam tadi, saya bermalam di kantor, lemburrrrr, banyak kerjaan, menjelang libur lebaran semua kerjaan harus sudah dibereskan dan dirapih-rapihkan mana yang mau dibawa pulang. Tidak tidak, saya tidak protes, saya senang dengan apa yang saya kerjakan.

    Sehabis bangun tidur saya bersama dua rekan saya mencari makan pagi di kantin komplek kantor kami, semuanya hampir sepi. Pedagang sebagian besar sudah pulang ke kampung, jalanan pun lengang. Saya memesan pecel ayam, rekan kantor saya memesan soto. Ya namanya kantin komplek, maklum saja apabila tidak teratur dan banyak kucing berseliweran. Tidak terkecuali untuk kucing yang satu ini, sebut saja “si biti”

    Biti cukup agresif, dia memelototi rekan saya, seakan mengancam dan menjadi predator kelas kakap. Rekan saya berusaha menghardiknya, tetapi si biti tidak mau turun. Terpaksa saya turun tangan, saya tendang tiang **gimana ya bunyinya**, akhirnya dia jiper dan loncat dari kursi.

    Tidak lama kemudian, si biti mendekati saya, di tengah-tengah saya sedang menikmati standarnya kelezatan pecel ayam saya, tanpa pikir panjang, saya melepas sendal saya dan mengarahkan ke arah kepala si kucing **plakkkk……**

    ….. hening ….

    saya kemudian memakai lagi sendal saya dan si biti langsung loncat dari ketinggian kurang lebih 60 cm.

    saya melanjutkan makan pecel ayam saya, memotong-motong daging ayam dengan menggunakan sendok dan garpu, dan sepertinya saya salah melakukan manuver potong daging.

    bagian dada yang masih 3/4 utuh, tergelincir dari piring dan jatuh di bawah kaki saya (sialannnnnnnnn)

    …. dan seketika itu juga saya melihat biti menangkap ayam saya dengan congornya yang sigap

    (sigh)

    TAMAT

    minal aidin buat semuanya

    kabar baek : noordin m top gak ikut lebaran

     
  • jeberok 12:26 pm on September 15, 2009 Permalink | Reply
    Tags: died, wedding   

    Somethings Are Beyond Our Control – Groom died just 4 hours before the ceremony 

    Dear friends,

    This morning, I woke up early at 4.45 am, I checked my twitter and I found a shocking tweet. At first, I feel so lucky because so far we haven’t been there (God, please, just don’t).

    This is the tweet : “Groom died just 4 hours before the ceremony”

    What is the first thing comes in your mind when you hear that? That news was freaking me out this morning. I can’t imagine what am I going to do if I have to shoot wedding in that situation. That is a proof that somethings are beyond our control, we can’t control and know what is going to happen. God decides what is the best.

    Well, I had been in sad situation before, my bride had a dengue fever and then she collapsed at the matrimony. The groom carried her after wards and left the mosque to the hospital for treatment. At the reception, the bride was infused and entered the wedding hall with wheelchair. After 45 minutes, they decided to take her back to hospital.

    Let us hear what is your thought after you read below article :

    Tragedy: Wedding turns into memorial service
    BY SADIA LATIFI – The (Raleigh, N.C.) News and Observer

    RALEIGH, N.C. — Friends and family traveled from all over the country for the wedding of the couple who, everyone agreed, were meant to be together.

    But instead of entering the Cathedral of the Sacred Heart to laughter and wedding bells Saturday, the guests were handed a program for a memorial service.

    Father Salvatore Busichio shared the heartbreaking news: Groom Chris Raynor, 28, had been killed in a car accident less than four hours before he was to be married.

    Raynor, an East Carolina University graduate who worked at a construction company in Raleigh, was heading to breakfast with two of his groomsmen on the cool Saturday morning when their vehicle was hit by a car that ran a red light at the intersection of Glenwood Avenue and Westgate Road. Raynor, who was sitting in the back seat without a seat belt, was ejected from the car. He was hit by a third car.

    Police charged the driver of the car that ran the red light, James Howard Early, 52, of Asheville, with misdemeanor death by motor vehicle.

    In a hotel room about seven miles away, bride-to-be Karen Taylor was sipping champagne and celebrating with her bridesmaids.

    Raynor had sent her a text message earlier that morning.

    “He started off my day with a text message saying, ‘Yay,’ and he went on with the text message, saying, ‘I’m so ready,’” she said through tears to WTVD Saturday night. “And I think he is ready. I think he is ready for heaven.”

    The news was paralyzing.

    “We were all with Karen getting ready, and we were very excited and happy,” maid of honor Abby Jacobs said. “When we got word, everybody was in tears and in shock.”

    In an hour, the Saturday service went from a wedding to a memorial.

    Busichio, who was to officiate the 11 a.m. service, said one guest almost fainted when she heard the news.

    “I’ve never heard anything like this before, and I’ve been doing this for decades,” he said.

    But religious leaders quickly came up with a 35-minute memorial service. Taylor, who hadn’t yet dressed for the ceremony, didn’t plan to attend at first, Busichio said.

    “She was going to go home, but I said to her, ‘You must stay. You will regret it if you leave,’” he said. “She was so valiant, and the service was beautiful.”

    When the groomsmen who had been in the car with Raynor arrived, they took their seats in one of the wooden pews and were inconsolable. Nobody expected Taylor, a first-grade teacher at Sanford Creek Elementary, to rise and speak. But she did.

    “She gave a beautiful talk. She was very calm,” Busichio said.

    Relatives of Taylor and Raynor were too upset to talk on Sunday.

    At the rehearsal dinner the evening before, Raynor had spoken passionately about Taylor’s strength.

    “She started her speech by saying, ‘Last night, [Chris] told me I was a strong woman, and he’s giving me strength now to speak,’” Jacobs said. “She was so brave, and I knew she felt like that’s what [Chris] would have wanted her to do. It was like he had taken over her body a little.”

    Her words left the roomful of loved ones speechless.

    Family and friends didn’t cancel the after-ceremony reception at Caffe Luna downtown. Instead, they tried to celebrate Raynor’s life. It was getting unbearable for Taylor, though, so the bridesmaids took her back to the hotel.

    Jacobs introduced the two to each other at her birthday party three years ago. The pair hit it off immediately but spent six months traveling back and forth between Raleigh and Sylva, where Taylor lived after graduating from Western Carolina University. It took some convincing, Jacobs said, but Taylor agreed to move to Raleigh.

    Warm and sincere

    Friends said Raynor was worth it.

    “He’s like Mr. Rogers if you X out all the corniness and nerdiness,” said groomsman Andrew Bowman, Raynor’s best friend since eighth grade. “He has a very gregarious personality. He was warm, sincere, and he was a people pleaser.”

    Raynor, who went to Leesville High School, cooked great ribs and loved extreme sports like rock climbing.

    “He looks like Chris Farley, but the hilarious thing is that he’s one of the most athletic guys I know,” Bowman said.

    And he was completely smitten with Taylor, Bowman said.

    “He always put Karen first,” Bowman said. “He is the epitome of the type of guy you want dating your sister or daughter.”

    Proposal over pancakes

    But he was nervous about proposing. He asked Bowman and his friends for advice on finding the right ring. He finally popped the question in November over a pancake breakfast.

    “Every day they woke up ready to conquer the day,” Jacobs said. “It was so amazing that two people with that zest for life had found each other.”

    The couple often went to farmers markets and parks with their dog, Charlie.

    Today (Monday), they would have set sail on a honeymoon cruise to Key West and the Bahamas.

    sadia.latifi @newsobserver.com or 919-932-2002

    Give your comments here, using Bahasa Indonesia is allowed :)

    Regards,
    Bernardo Halim
    Photographer & Public Relations

     
  • jeberok 10:20 pm on September 14, 2009 Permalink | Reply
    Tags: berbenah diri, minimalis, photo box   

    kotak foto + berbenah diri + minimalis 

    hiiii,

    teringat hari kemarin mengenai fakta yang mencengangkan, ternyata saya tidak masuk ke dalam suatu benda yang bernama photo box, ya saya tidak pernah ber-photobox-ria. gak ngerasa ketinggalan atau gimana-gimana sich, cuma memang sepertinya kotak itu tidak happening buat saya.

    (ciaaaaaaaaa, pinjem ya fotonya, hahahahaha)

    Gracia Adiwibowo

    tweet saya mengenai hal itu, juga mendapat balasan yang serius, hahahaha, yaaaa mau gimana.. sebut saya jadul saja kalau begitu. ah tapi saya tidak sendirian, partner saya yang berusia 35 tahun, juga serupa, tidak pernah photo box. :p

    hari ini tidak ada yang spesial, kecuali meeting untuk persiapan hajatan nikah tanggal 3 oktober nanti di balai samudera, cuma 20 menit dari ancol, tidak terlalu telat, cuma tetep saja telat. dengar ya teman-teman, telat itu tidak bagus, selain image Anda bisa rusak, bisa juga “hamil”.

    belakangan ini saya berasa begah dengan hidup, kok kayanya padat sekaliiii, kerjaan tidak selesai-selesai. pertanyaan untuk diri sendiri ini dijawab oleh diri sendiri juga. entah apa dan siapa yang membimbing saya, hingga saya menemukan tips cantik untuk membenahi hidup.

    janganlah mengingkari bahwa Anda juga pernah berasa sumpek dengan diri sendiri kan, sepertinya kok tidak ada yang beres.. ya kan? ya dong? ya kan? welll, semua jawaban itu ada di diri Anda sediri, bukannya sok tua, meminjam kata-kata buat program diet, you are what you eat. hal ini juga berlaku dengan konsep serupa, you are what you think !

    hayoooo, saya tahu kalian bisa untuk berubah **sotoy gila gw**, dari yang ngerasa sibuk terus, financial debt (siapa yg gak pernah ngerasain ini? dua jempollll), hingga pusink masalah hubungan. behhhh, hidup serasa gak pernah habis yaaa..

    oke-oke, saya rasa kalian sudah mulai mengkrenyitkan dahi hingga memincingkan mata, bertanya-tanya kemana arah tulisan saya ini. ok-ok..

    saya tidak sengaja menemukan ini di twitter, tweetnya cukup menarik buat saya, she motivates urself with her tips tweet, follow her ! http://twitter.com/niquena

    sama satu lagi situs nich, nama kasarnya minimalist, mengajari Anda bagaimana untuk hidup berminimalis ria, tanpa repot, seru !! http://mnmlist.com/

    favorit saya, yang updatenya sering : http://www.lifehack.org/

    have fun then !!

     
  • jeberok 1:03 am on September 14, 2009 Permalink | Reply  

    minggu senin pagi 

    Jam segini saya masih terdampar di toko makanan minuman ringan, circle k namanya. Saya merasa harus menulis sebuah catatan kecil untuk blog saya.

    Oke, sekarang saya dalam posisi duduk.

    Hari ini saya menemukan cara baru nan murah untuk menghabiskan weekend, nongkronglah di rumah teman. Ya, saya melakukan itu tadi pagi.

    Pagi dimulai dengan saya bangun mandi ……………………………………. dan brunch ala orang pluit, tahu dong ? YA 100 prosen !! Makan bakmi akong, di sebelah eaton di pluit sana. Seperti biasa, jagoan-jagoan mie berkumpul di sana, dan harganya seperti hotel bintang lima, ironis, ramainyaaaaa..

    Matahari membara membuat kami tak henti untuk mengeluh dan membuang sumpah serapah mengenai panasnya hidup di jakarta, ditambah lagi obrolan hangat mengenai kerja !! Ya cari kerja !! Generasi kami sudah mulai berteriak sulitnya cari kerja, Puji Tuhan saya sendiri sudah bekerja. Teman saya menceritakan temannya yang mengeluarkan celetukan “gw mau kerja, yang kerjanya nyuruh-nyuruh orang buat kerja” Haloooooo (menirukan teman saya Isel) smarrt !! Jadi bos? Kerja sich, cuma gimana nyarinya. Ngomong kok segampang membalikkan duit ceban, ck ck ck

    **commercial break**

    siang menjelang dan kami cuma menghabiskan waktu untuk membicarakan hal absurd lainnya, entah itu kerjaan, client, lika liku muda mudi dan macamnya, dengan teman saya yang jiwanya sedang dirasuki arwah orang korea (OMO OMO AJUSHI AJUMA) ooo eun hyeee tapi kau emang dahsyat

    Akhirnya yang ditunggu tiba, teman saya ini sudah beberapa kali menonton “I Am Sam” film yang tidak pernah denger sebelonnya (kecuali dari dia), dan dia mengaku selalu mewek. Hal ini juga yang menghiasi twitter dia, #filmbuatmewek (bahhhh)

    Kami tahu, cobaan hidup itu ada, dan kami dihadapkannya.

    -”ber,kmrn gw nonton cdnya gak keluar”
    -coba masukin dvd, tapi gak bisa keluar traynya
    -dipencet open, gak bisa
    -dipencet play, gak bisa
    -matiin
    -nyalain
    -meneng wae
    -dikotek traynya, ada komponen hias yang ternyata bisa dicopot
    -mulai mendekat ke dvd
    -celingak celinguk
    -pake telunjuk kiri kanan coba tarik paksa traynya
    -tanpa hasil
    -pake gunting kuku, tray ditarik dengan capitannya
    -berhasil keluar dengan bunyi “ketek ketek”
    -masukin dvd I am sam
    -close
    -gak nyala
    -nyokapnya masuk, gak berani keluarin pake gunting, hehehe
    -ngadu ke bokapnya, rusak
    -ganti dvd player, copotin semua kabel-kabel
    -uda pasang semua, copotin lagi (sighhh) ada yg ketinggalan, lupa dicolok
    -tadaaaa, nyalaaaaaa !!

    Dan bagian yang paling berkesan adalah kata-kata dalam film tersebut saat dakota fanning dan sean penn membaca buku cerita

    “We are so much different and feel so much alike”
    :)

    -menit ke 59, dvd ngadat
    -pulang

    (Cobaan memang benar ada)

    Nite all, God bless us

     
  • jeberok 10:01 am on September 12, 2009 Permalink | Reply  

    saya mau koleksi pensil serut ! 

    Tidak terpikirkan oleh gw sebelonnya, gw sudah mempunyai 2 pensil serut (yang coklat itu lho) ditambah hari ini gw melihat pensil hotel juga, gak bertahan 10 detik, gw embat aja.

    Hari ini per tanggal 12 september 2009, saya, bernardo halim, memutuskan untuk mengkoleksi pensil kayu serut. Kayanya seru juga ya. Ada yang koleksi harley davidson, ferrari, saya koleksi pensil serut aja. Murah dan kayanya belon banyak yang ngelakuin. Kalo perangko, korek, gelas, saya sudah sering lihat dan punya teman yang koleksi itu. Kalau pensil belon sich..

    Rasanya apa yah kalau sudah banyak, pasti menarik. Berbagai macam, dari belahan negara lainnya, dan keunikan serta tulisan yang ada di badan pensil tersebut. Halahhhh, baru punya 3 aja udah berandai-andai tinggi di langit.

    Saya jadi teringat toko buku kecil nan unik di Singapura, http://www.booksactually.com. Tokonya mempunya isi aneh-aneh, mulai dari limited printed postcard, limited printed story, ada pensil kayu juga (oh iyaaa, tokonya jualll), hingga kamera lomo. Beberapa novel langka juga bisa ditemui disana. Toko buku inilah juga yang menjadi incaran saya untuk membeli notebook merek moleskine, yang juga saya koleksi. Satu lagi, mereka punya item yang tidak Anda duga, seperti bantal air mata, buku cerita yang dibukanya dengan cara melepaskan bautnya. Haha

    Coba deh visit web tokonya, ampe berbusa juga gak bakal bisa menggambarkan secara sempurna.

    Pensil serut, seru juga !

     
  • jeberok 7:36 am on September 12, 2009 Permalink | Reply  

    pagi sabtu non-buta 

    Pagi semuanyaaaa !!

    Saya dong udah bangun dari jam 4, ngapain ? Ya motretin manten lahhhh. Sekarang saya berada di Gading, Sophia Bridal, ketemu make up artist namanya Richard, yukkkk.

    Makin kepikiran hari ini, besok makan apa, pusink juga menghandle foto ini. Heran, belakangan ini permintaan pricelist tinggi, tapi kopi darat menurun. Apa ini karena pengaruh lebaran ? Jam buka puasa sore hari lalu ditambah keruwetan lalu lintas Jakarta yang semakin menjadi, mengakibatkan orang malas berpergian ? Mudah-mudahan setelah lebaran, semua berangsur-angsur normal. Dengan berat hati juga saya ingin menyalahkan diri sendiri, belakangan ini sibuk masalah pribadi, dari soal wanita hingga lain-lainnya. Kerjaan kantor terlantar dan diversifikasi kerjaan berantakan.

    Entah bagaimana hidup saya selanjutnya, setidaknya saya sudah melewati sidang skripsi. Keluhan pagi hari sang fotografer muda.

     
  • jeberok 12:28 am on September 12, 2009 Permalink | Reply
    Tags: banci, pramugari, terbang   

    Kalo pramugarinya banci 

    “Ehemmm ehemm..yuhuuuu!!!…atensi

    ong pliss…..Ledis en jentelmen, bekudis tempel semen, sesuai peraturan penerbangan, jadi eike mawar kasi liat cara pake itu sabuk yang ada di pinggang ye, baju buat mengapung-apung, dan masker oksigen dikala napas sesek”

    Biar ye nantinya bisa selamet, coba sini diliat dulu cara pasang itu sabuk yang melilit di pinggang ye, cara ngunci biar gak gampang lepas, ngencengin, dan ngelepasinnya.

    Baju ngapung ada di bawah kursi yang ye dudukin, jangan dipake kecuali nanti mas kapiten ngajak berenang bareng. Eit jangan lupa, itu barang jangan ye pindah-pindahin yaa, apalagi dibawa pulang buat pajangan salon.

    Yang ketauan sama eike, bakalan ditabok kanan kiri atas bawah depan belakang deh ih.

    Cara makenya, itu baju dikalungin di leher ye, ati-ati kekencengan ntar gak bisa napas. Makanya kudu ati-ati deh yah,
    Biiar bisa ngapung, ye tarik itu pencetan warna merah delima, atau ye tiup itu pipanya. Kalo nanti ke luar lewat jendela darurat, itu baju apung dikembangin pas di luar aja deh, nanti mampet di jendela karena gak muat.

    Aihh.. ampe kritiing tangan eike narikin pencetannya keras amirr…
    Gimenong siiih niiih….

    Eh, asal ye semua pada tau ya, ini pesawat ada dua pintu darurat di depan, ada dua di belakang, dan ada dua lagi jendela darurat di tengah-tengah…..jadi ke luarnya jangan rebutan.
    Kalo nanti tiba-tiba napas sesek dan bukan karena sabuk yang di pinggang kekencengan, bukan pula karena salah masang pelampung, masker oksigen bakalan nongol dari atas kepala ye, tarik aje dah terus napas kayak biasa.

    Kalo ada anak kecil, ye-ye yang ude tuwir mesti nolongin anaknya dulu baru ye pake sendiri.

    Kartu gambar biar selamet ada di kantong kursi di depan ye dudukin, silakan dibaca dan dihayati dengan seksama yaaah..

    Dan akhir kate ekyeee ucapkan Endang Sukamti Cintya Lamusu, terima kasih God blesss yuuu… mariii..

    Credit : http://www.facebook.com/note.php?note_id=136705706699" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=136705706699">http://www.facebook.com/note.php?note_id=136705706699
     
  • jeberok 11:26 pm on September 11, 2009 Permalink | Reply  

    jakarta rumah macet 

    oii !!

    hari ini mulai beraktivitas lagi secara normal di JAKARTA tercinta, setelah seminggu tidak berada di tempat kelahiran. saya mudik awal ke bandung dan bali, untuk urusan pribadi dan kerjaan. BALI panassss, wedehhh, ampe ganti kulit pas pulang. well, kangen terobati begitu sampai di jakarta, hari pertama langsung dihajar dengan 2 sesi indomie, siang dan sore, dengan total 4 bungkus. bahaya itu nikmat ternyata.

    tadi pas di jalan agak syok dengan tulisan ukuran luas reklame di depan kampus ukrida, 72 meter persegi, sebenernya gak gimana-gimana sich. tiba-tiba teringat dengan kewajiban saya sebagai lelaki, menyediakan pangan, papan, dan uang untuk keluarga. coba bayangin berapa duit tuh rumah dengan luas kurang lebih segitu di ibukota ini, udah pasti menyentuh angka ratusan juta, jangan rumah, apartemen aja udah segitu.

    gimane coba cari duitnya

    gilaaaaaaaaa, mau cari dimana lagi rumah di jakarta, banyak sebenernya, cuma duitnya? OMG ! why does buying a house in jakarta damn hard and expensive? padahal macet lho di jakarta, seharusnya gak laku, anehhhhhhhhhhh

    macet di jakarta, gw perhatikan kok makin ampun-ampunan, gilakkkk. kemaren buka kaskus, kemacetan di jakarta menimbulkan kerugian hinga Rp 28 triliun, di dalamnya sudah termasuk pemborosan bbm. gila bener-bener..

    bingung, gak habis pikir, gimana jakarta jadinya, ribuan kendaraan (bisa puluhan ribu, ratusan ribu?) nanti ?

    saya cuma bisa cenderung menyalahkan gubernur kite, fauzi bowo, makin hari kayanya makin gak ada apa-apa suaranya, pak??????????

    warga jakarta, nikmatilah ini :http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/09/10/14592832/wow.kerugian.akibat.kemacetan.di.jakarta.rp.28.triliun.setahun

    malam semuanya

    besok harus bangun pagi jam 4, penganten mulai make up jam 5, sedangkan bos baru balik kantor, yang berarti saya harus ambil mobil kantor sekarang, dan kira-kira tidur baru jam 12.30.. ck ck ck pokoknya, besok yang beres beres adalah bos, saya mau istirahat

     
  • jeberok 11:12 pm on September 11, 2009 Permalink | Reply  

    wah, sialan, kok foto profile gw belon keganti juga yeee
    ini formal abis, kaya mau bikin ktp

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.