Dentsu dalam presentasinya tahun 2007 menformulasikan AISAS yaitu :
- Awareness
- Interest
- Search
- Action
- Share
AISAS sepertinya ditujukan sebagai refleksi atas besarnya peranan internet terhadap hidup manusia di era sekarang. Dimana posisi SEARCH dan SHARE menjadi kegiatan penting di internet. SEARCH dengan teknologi Google yang dominan serta beberapa search engine lainnya, melewati medium-medium seperti blog, milis, situs, komunitas, forum, dan lain-lain. SEARCH dan SHARE bermuara ke tempat yang sama.
Saya melihat tahapan semacam AIDA, AIDMA, DAIA, dan AISAS akan berkembang terus sesuai medium dan kondisi lapangan yang ada. Menurut saya, semua tahapan itu berlaku untuk situasi yang berbeda-beda.
Contohnya :
AIDMA (Action, Interest, Desire, Memory, Action) diformulasikan oleh seorang ekonom Amerika, Roland Hall.
AISAS diformulasikan oleh Dentsu, PR firm. Dua hal tersebut sudah tentu mempunyai pijakan yang berbeda.
Mengingat dunia PR selalu mengharapkan feedback, maka SHARE menjadi hal penting.
Ini dia yang menarik
SEARCH bisa dilakukan lewat Google, komunitas, mailing list, milis, dll.
SHARE bisa dilakukan lewat komunitas, mailing list, forum, milis, dll
Dua-duanya bisa berakhir di tempat yang sama.
Kedua elemen tersebut sangat transparan, dalam arti kita mencari informasi berupa pengalaman pemakai, tingkat pelayanan, kepuasan dan lain-lain, semua itu langsung dari konsumen, bukan dari produsen. Produsen mempunyai posisi tawar yang cukup rendah. Testimonial dan WOM para konsumen menjadi senjata utama. Subjektivitas benar-benar bermain disini. Kalau produk itu bagus, SHAREnya bagus dan otomatis konten SEARCHnya baik. Begitu juga yang terjadi sebaliknya.
Model AISAS inilah yang sesungguhnya saya gemari, karena cenderung jujur.
Menurut saya, tidak semua produk melewati tahapan ini, FMCG menurut saya tidak juga.
Layanan jasa ataupun benda-benda yang menawarkan kemudahan bagi manusia akan melewati tahapan AISAS ini.
Seperti asuransi, dunia otomotif, telepon selular, fotografi pernikahan, komputer, dll.
Seperti Piaggio Club Indonesia (PCI), yang kegiatannya disupport oleh ATPM Sun Motor.
PCI sendiri menjadi ajang kumpul para scooter yang memilih Vespa sebagai tunggangannya.
Disinilah semua anggota PCI kumpul-kumpul, berbagi pengalaman, dan bertukar informasi mengenai Vespa mereka.
Jangan remehkan PCI ini, karena 50% sales Vespa tipe GTV merupakan aktivitas pembelian oleh PCI, bisa dibayangkan dong betapa besar pengaruh PCI ini. PCI ini tidak lantas menjadi ajang kumpul biasa, PCI ini bisa menjadi agen WOM yang luar biasa. Masing-masing anggota bisa menjadi volunter ambassador untuk produk Vespa yang dirancang sebagai bagian dari gaya hidup. Pernah punya teman yang mati-matian mereferensikan suatu produk? (bukan asuransi atau kartu kredit maupun MLM yak) Nah, kira-kira seperti itulah ![]()
ATPM Sun Motor mendukung kegiatan PCI, seperti kalau ada permintaan varian yang langka, mereka mencoba memasukannya. Kalau touring, ada pembuatan merchandise, penyediaan tim mekanik dan service. Kantor sekretariat difasilitasi oleh ATPM.
Lihat kan produsen bisa menggunakan SHARE untuk mempererat hubungan mereka dengan konsumen, bahkan menciptakan dan mempertahankan image mereka. Produsen tidak boleh menganggap remeh SHARE ini, karena elemen SEARCH bisa berujung di SHARE.
adetm 2:00 pm on February 27, 2009 Permalink |
mas saya lagi cari literatur yg ngebahas ttng model aisas, sekiranya mas tau judul & pengarangnya siapa, tlng email saya yah
ade_muharram@yahoo.com